Lenovo P770

Jakarta, 8 April 2013

Sebelumnya saya sangat tergoda untuk meminang Samsung Grand, karena memang saat ini saya butuh android dengan dual simcard. Namun ternyata, setelah cari info sana sini didapati kabar bahwa Lenovo P770 akan segera masuk ke pasar. Akhirnya niat meminang samsung grand pun dibatalkan. Setelah menunggu beberapa hari akhirnya yang ditunggu pun datang. Yes, it’s Lenovo P770.

Unboxing Yes, akhirnya setelah sekitar menunggu 2 minggu akhirnya bisa unboxing juga. Melihat kemasan yang tertutup rapih dengan kardus yang tebal, langsung terpikir bahwa Lenovo ini gak main-main dalam produksi. Sorry to say, kualitas kardus box nya iPhone dan BB aja sih lewat. Gak ada apa-apanya.

Lalu setelah membuka, langsung #terpampang_nyata_di_depan_mata (ter-syahrini) layar 4.5 inchi.

Dibalut oleh plastik (plastiknya emang plastik biasa sih).
Setelah di angkat handsetnya, dan hmmm.. semakin yakin bahwa Lenovo ini serius bikinnya. Kardus dalemnya juga rapih. Packaging juga rapih.
Dalam kotak Lenovo P770 terdapat:
- Handset
- Batere
- Kabel OTG
- Kabel USB
- Kepala charger output 1000mA
- Buku garansi dan petunjuk.
- Earphone

Lihat kondisi handset sebelum dinyalakan, hmm.. gak keliatan HP murahan kok. Walau emang saya akui model nya agak bulky dan agak tebel. Tapi oke lah.. tetep gak malu-maluin ditaro di meja kalau nongkrong di Loewy *eaaaaaaa.

Saya masukan simcard, Indosat di slot 1 dan XL di slot 2. Yak, sekali-kali nyobain paket data nya Indosat mumpung dapat nomor kembaran dgn XL dan 10 digit *ihiiik. Gak lupa masukin micro SD bawaan dari BB. Pasang batere, tutup back cover dan cek sekali lagi body nya.

Okeh, mari kita nyalain power. Tombol power letaknya ada diatas handset. Sejajar dengan slot micro USB dan colokan earphone. Penempatan slot micro USB diatas menurut saya emang udah bener, biar ketika kalau di colok ke chargeran gak mengganggu penggunaan handset itu sendiri. Posisi tangan ketika make tidak begitu terganggu dengan colokan micro USB.

Setelah nyala, hmm.. saya coba lihat2 tampilan UI nya. Swipe kiri kanan, buka aplikasi dan ditutup kembali. Hingga saya mengambil kesimpulan: “ok, I will use another launcher…”
Yup, theme dan icon-icon bawaannya saya gak begitu suka. Terlalu fancy aja sih. Saya lebih suka icon2 dan tampilan nya Nexus, touch wizz atau sense.

Betul, bagian battery di dalam setting memang tidak ada. Dari ROM nya kayaknya dikeluarkan dan di ganti oleh Lenovo Power Saving (saya akan cerita bagian secara terpisah). Kesan setelah 1 jam menggunakan, not bad. Saya kasih point 7.5 dari 10.

Batere, yaa.. bagian ini yang menurut saya paling menonjol dari P770. Karena dengan 3500mAH saya mengharapkan “lebih” dari sekedar android2 yang selama ini pernah saya pakai. Dan ternyata memang betul, performance batere Lenovo P770 ini sesuai ekspektasi saya. Apa sih ekspektasi saya terhadap performance batere smartphone?
Sederhana aja sih, berangkat dari rumah batere full 100% dan kembali sampai rumah (jam 20-21) masih ada sisa batere sekitar 10% tanpa harus colok mencolok ke charger atau powerbank. Tentu dengan penggunaan wajar dan normal yah. (twitteran, email, path dsb tanpa di abuse)

Memang betul hari ini adalah hari pertama saya bawa P770 ke kantor, namun daya tahan baterai sudah saya bisa evaluasi ketika hari Sabtu dan Minggu kemarin. Side by side dengan iPhone 5 saya dan hmm… batere iPhone saya jauh tertinggal. Wajar sih, lawong kapasitasnya juga beda (P770=3500mAh, iPhone 5=1440mAh). Dan emang ini keunggulan Lenovo P770, the power of giant monster battery 3500mAh.

Performance, dual core 1.2GHz Cortex-A9 dengan GPU SGX531. Hmm, not bad kok. Yaa untuk ukuran segitu lho yah. Jangan dibandingkan dengan generasi quadcore lah. Experience nya nyaman. Apalagi setelah launcher diganti ke Nova Launcher. Semakin smooth aja sih rasanya. Gak mengecewakan.

Kamera, hmm.. jujur saya ngerasa biasa aja sih sama kualitas kameranya. Dan bagusnya saya juga gak begitu hobi foto2 di android. Lebih seneng foto2 pake iPhone 5 :D :D *salim*. Untuk kamera saya kasih point 6 dari 10.

Factory built, halus dan gak kasar kok body nya. Keliatan rapih juga walau terbuat dari plastik. (emang masih ada yg mempermasalahkan body plastik yah? *ihiiik*). Di simpan dikantong juga ok kok, masih bisa acceptable lah tebalnya.

Ok, saya coba check list aja yah review nya, biar gak kepanjangan.
Plus:
- Batere
- Harga sangat bersahabat
- Performance (sesuai dengan spek)
- Power Management nya OK (dengan Lenovo Power Saver)
- Colokan USB ada di atas (tidak mengganggu ketika di charge, walau agak aneh sih)
- Built factory gak malu-maluin.
- Packaging juga ok (kardus dsb)
- ROM OK, walau launcher harus diganti biar gak sakit mata :|
- Dual simcard

Minus:
- Suara speaker biasa banget (terkesan cempreng). Anyway, ada yg make speaker smartphone nya sering2 gak sik?
- LED indikator cuma bisa buat unread SMS, Missed Call dan Incoming Call.
- Button LED kurang terang (gak signifikan juga sik)
- Launcher bawaan bikin sakit mata -___-
- Tombol volume
- Bluetooth masih belum 4.0 (yaa iyalah lawong harganya murah :| )

Udah, itu aja deh review dari saya. Khusus untuk ketahanan batere nanti saya buat di email terpisah aja yak. Karena lumayan panjang euy kayaknya.
So far saya puas pake Lenovo P770 ini. Terutama karena dual simcard dan baterenya yang aduhai :)
It’s must have item!

update 9 April 2013: Link disini untuk melihat beberapa foto Lenovo P770

One thought on “Lenovo P770

Comments are closed.